Server Vendor Menekan Harga Untuk Menantang Stabilitas Cloud Provider

Psybnc.net – Server Vendor Menekan Harga Untuk Menantang Stabilitas Cloud Provider. Untuk beberapa alasan, ada banyak server vendor yang saat ini sudah melakukan pemotongan harga yang lebih baik hingga beberapa persen.

Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian layaknya para vendor ingin memaksimalkan layanannya dari adanya cloud service yang saat ini juga semakin tinggi jumlahnya. Ternyata hal ini juga menunjukkan respon yang besar pada para vendor hardware. Nampaknya, terdapat sedikit persaingan disini seperti mereka ingin menyatakan, “jika mereka bisa mengalahkan rivalnya, maka tirulah juga apa yang dilakukannya”. Hal ini yang sekarang sedang dilakukan para vendor dan berbeda sekali dengan apa yang ada pada cloud service. Cloud service umumnya akan meminta pengguna untuk memabayar dari berapa lama mereka gunakan produknya, lalu produk tersebut dikembalikan.

Seperti halnya menyewa, mereka lebih fokus untuk hal ini dari pada membelinya sekaligus. Karena banyak yang tertarik dengan tawaran ini, maka vendor yang ada tadi pun bisa melakukan strategi lain. Penurunan harga pada hardware yang dijualnya mulai menjadi hal yang dipertimbangkan bagi para pengguna. Adanya penurunan harga yang sangat jauh diharapkan bisa menarik perhatian lebih banyak users untuk membeli dari pada menyewa dari cloud service. Bisa dikatakan, hal ini menjadi salah satu tantangan yang ada pada cloud service saat ini. Lalu, bagaimana dengan fakta yang ada di lapangan setelah adanya penurunan harga dari hardware yang dipegang beberapa vendor terkenal?

Server Vendor Menekan Harga Untuk Menantang Stabilitas Cloud Provider

Sebagai contohnya, banyak sekali vendor – vendor yang melakukan beberapa rencana untuk tujuan yang lebih meningkatkan stabilitas dari perusahaannya. HPE yang juga merupakan salah satu vendor hardware terbesar memiliki kapasitas IT yang lebih fleksibel. Ditambah, vendor ini sudah memiliki OpenStack Private Cloud yang merupakan penawaran terbaik dimana hal ini bekerja sama dengan Rackspace dan baru diluncurkan di daerah GreenLake. Ada banyak software yang terdapat di dalamnya seperti SAP HANA, sistem edge computing, dan juga Big Data. Sedangkan untuk Dell EMC mereka menamainya sebagai CloudFlex. Vendor Cisco memiliki hal yang serupa yang diseut Cloud Pay.

Namun, berbeda lagi dengan Lenovo yang hanya merupakan server OEM x86 yang besar tanpa satu pun program di dalamnya. Dari semua produk yang sudah disebut di atas ini, para vendor menyebutnya sebagai sesuatu yang fleksibel untuk digunakan users. Mereka bisa temukan semuanya di dalam satu produk termasuk hardware, software, dan juga layanan atau services yang mungkin dibutuhkan dengan fungsi masing – masing. Lalu, bagaimana penekanan harga tadi bisa berjalan sesuai dengan rencana?  Ternyata semua yang menyetujui penggunaan layanan ini harus menandatangani kontrak yang sudah diatur periode penggunaannya. Dari pada membayar satu kali sekaligus, disini para users bisa melakukan pembayaran per bulan alias mengangsurnya. Namun ternyata, setiap bulannya penggunaan layanan ini diukur sehingga akan sesuai dengan apa yang sudah dibayarkan.

Menurut beberapa opini, hal ini jauh lebih nyaman karena sangat membantu dengan efisiensi. Apa lagi semua yang di dalamnya sangat fleksibel dalam hal penggunaan. Jika nanti waktu penggunaan sudah selesai berkisar satu atau dua tahun, maka penggunaan hardware bisa dikembalikan. Atau bagi yang mau meneruskan bisa tetap membayar per bulan dengan bayaran yang lebih murah karena hardware yang dipakai pun pastinya juga sudah dioperasikan dalam waktu yang lama. Jadi, inilah rencana yang sekiranya menjadi perhatian banyak users saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *