Kecacatan Pada Processor Intel Menjadi Sebuah Kemalangan Di Awal 2018

Psybnc.net – Adanya kecacatan desain pada salah satu processornya, ternyata menjadi permulaan yang tak bagus untuk Intel. Meskipun pihak perusahaan sudah secara pasti mengkonfirmasikan pada public tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetap saja masih ada isu yang belum terselesaikan. Isu ini malah terlihat jelas sebagai salah satu dampak dari adanya kecacatan desain tersebut. Pasalnya, terdapat penurunan kinerja virtual memory berkisar 20 – 30 persen akibat adanya kecacatan desain. Dampak ini justru menjadi hal yang berlawanan dengan apa yang dinyatakan pihak perusahaan pada public.

Faktanya, penurunan kinerja yang signifikan pada VM ini dilihat secara langsung oleh para pengguna. Namun, beberapa spekulasi muncul dimana ada kemungkinan bahwa hal. Ini bisa diatasi dengan tes yang berbentuk eksploitasi pada isi memori sehingga bisa membuat perangkat yang ada menjadi normal kembali. Banyak pihak yang menginginkan hal ini cepat diselesaikan sehingga tidak ada efek kecacatan pada bagian dari sistem lainnaya. Dengan ini, teknik yang disebut Speculative execution akan segera dilaksanakan untuk membantu perbaikan. Speculative execution ini menjadi salah satu bagian dari metodologi untuk out-of-order execution (eksekusi diluar perintah).

Disini, CPU akan secara otomatis melakukan pencarian masalah yang ada sehingga bisa ditemukan. Kemungkinan masalah apa yang akan terjadi pada data base yang sudah terdapat di dalam sebuah sistemnya. Tujuan dari adanya pelaksanaan Speculative execution ini adalah membuat CPU bekerja sebaik dan seefisien mungkin. Adanya eksekusi untuk penanganan masalah ini mampu mempercepat kinerja CPU dari pada harus membuatnya bekerja detil sesuai proses yang ada.

Kecacatan Pada Processor Intel Menjadi Sebuah Kemalangan Di Awal 2018

Kecacatan Pada Processor Intel

 

Hingga saat ini, pihak perusahaan Intel sendiri masih bungkam soal perbaikan ini. Hal ini lebih dispesifikkan lagi pada berapa proses perbaikan ini akan berlangsung dan masalah kecacatan bisa diatasi terlebih pada dampaknya. Namun, masih tetap diyakini bahwa processor yang digunakan masih dalam spesifikasi 64-bit dengan cara kerja yang maksimal. Selain itu, adanya masalah penurunan kinerja pada VM ini awalnya dilaporkan pada perusahaan Intel di bulan Juni 2017 lalu. Laporan ini disampaikan oleh pada Google researchers. Setelah pelaporan ini ternyata pihak Google masih tetap diam.

Sementara itu, pihak perusahaan Intel dan juga para vendor dari OS masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah yang muncul ini. Adanya perbaikan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang pihak. Selagi pihak Intel masih melakukan Speculative execution. Ternyata masalah di atas juga tak bisa kembali baik secara utuh jika tidak ada bantuan dari vendor OS. Disini, pihak perusahaan sistem Linux juga sudah melakukan pengerjaan pada masalah tersebut. Sedangkan, untuk perusahaan sistem Microsoft akan meluncurkan sebuah patch yang bisa digunakan untuk atasi masalah ini sesegera mungkin.

Di pihak lain juga beropini bahwa masalah ini hanya bisa ditangani oleh mendaur ulang atau melakukan desain ulang pada CPU itu sendiri. Namun, seberapa lama hal ini akan diatasi tidak akan diketahui secara pasti. Menurut Jim McGregor yang mewakilkan Tirias Research. Adanya perbaikan dari CPU bisa saja menambah periode perbaikan mulai dari 6 hingga 9 bulan. Sedangkan Nathan Brookwood dari Insight64 mengatakan hal ini akan memakan waktu setidaknya 2 hingga 4 tahun. Jadi, jika spekulasi di atas diteruskan, masih banyak pihak yang memprediksi kapan waktu pengerjaan ini dapat diselesaikan. Sementara Intel masih berusaha dengan tindakan Speculative execution.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *